Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
22 January 2026 13:35
Jakarta, CNBC Indonesia - Gajah adalah hewan mamalia darat terbesar di dunia. Gajah menjadi hewan terbesar karena keunggulan evolusioner untuk bertahan hidup, di mana ukuran besar membantu melindungi dari predator, menyimpan air dan lemak, serta mencerna makanan secara efisien.
Namun, tak banyak yang menyadari bahwa gajah terbagi ke dalam sejumlah subspesies yang tersebar di berbagai belahan dunia, masing-masing dengan karakteristik yang khas di tiap wilayah. Berikut enam subspesies gajah yang menarik untuk diketahui.
1. Gajah sabana Afrika (Loxodonta africana)
Gajah Afrika sabana merupakan subspesies gajah terbesar di dunia dan banyak ditemukan di wilayah sabana serta padang rumput Afrika Sub-Sahara. Ciri utamanya adalah tubuh yang sangat besar, telinga lebar berbentuk seperti peta Afrika, serta gading panjang yang melengkung ke luar.
Gajah jantan dewasa subspesies ini dapat memiliki bobot lebih dari 6 ton bahkan bisa mencapai 9-11 ton. sedangkan betina lebih kecil, sekitar 3-4 ton; bayi gajah baru lahir sudah bisa seberat 90 kg.
Subspesies ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sabana, seperti membuka jalur hutan dan menyebarkan biji tanaman. Namun, populasinya terus tertekan akibat perburuan liar dan penyusutan habitat, meskipun upaya konservasi di beberapa negara Afrika mulai menunjukkan hasil positif.
2. Gajah hutan Afrika (Loxodonta cyclotis)
Gajah Afrika hutan berukuran lebih kecil dibandingkan gajah sabana dan hidup di hutan hujan Afrika Tengah dan Barat. Gadingnya relatif lebih lurus dan mengarah ke bawah, dengan tubuh yang lebih ramping dan telinga lebih membulat. Karena habitatnya yang lebat, subspesies ini jarang terlihat dibandingkan gajah sabana.
Berat gajah hutan afrika sekitar 1,8 hingga 5,4 ton, dengan jantan rata-rata sekitar 3 ton
Dalam beberapa dekade terakhir, gajah Afrika hutan mengalami penurunan populasi yang tajam akibat perburuan gading dan deforestasi. Sejumlah studi genetik bahkan menyebut subspesies ini sebagai spesies tersendiri, menegaskan pentingnya perlindungan khusus bagi kelangsungan hidupnya.
3. Gajah India (Elephas maximus indicus)
Gajah India merupakan subspesies gajah Asia yang paling luas persebarannya, meliputi India, Nepal, Bangladesh, dan sebagian Asia Tenggara daratan. Ukurannya lebih kecil dibandingkan gajah Afrika, dengan telinga yang lebih sempit dan punggung yang cenderung melengkung.
Berat gajah India dewasa berkisar antara 2,25 hingga 5,5 ton, dengan jantan umumnya lebih besar dari betina; tingginya bisa mencapai 2 hingga 3,5 meter di bahu, menjadikannya lebih kecil dari gajah Afrika, dan bayi gajah lahir dengan berat sekitar 90-100 kg.
Subspesies ini memiliki peran budaya dan sejarah yang kuat, terutama di India, di mana gajah kerap digunakan dalam kegiatan keagamaan dan pariwisata. Meski begitu, konflik antara manusia dan gajah menjadi tantangan utama akibat ekspansi permukiman dan pertanian.
4. Gajah Sri Lanka (Elephas maximus maximus)
Gajah Sri Lanka merupakan subspesies gajah Asia terbesar dan hanya ditemukan di Pulau Sri Lanka. Ciri khasnya adalah tubuh yang relatif besar, warna kulit lebih gelap, serta sebagian besar jantannya tidak memiliki gading.
Berat gajah Sri Lanka bervariasi, rata-rata jantan dewasa bisa mencapai 2 hingga 5,5 ton, menjadikannya subspesies gajah Asia terbesar, dengan tinggi bahu bisa mencapai 3,5 meter. Jantan lebih besar dari betina, tetapi sekitar 90% jantan tidak memiliki gading (disebut makhna).
Populasi gajah Sri Lanka menghadapi tekanan serius akibat fragmentasi habitat dan konflik dengan manusia. Pemerintah setempat bersama organisasi konservasi terus mengembangkan strategi perlindungan, mengingat gajah merupakan simbol nasional dan aset ekowisata penting bagi negara tersebut.
5. Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus)
Gajah Sumatera adalah subspesies gajah Asia yang berukuran lebih kecil dengan warna kulit lebih terang. Subspesies ini hidup di hutan hujan Pulau Sumatera dan dikenal memiliki temperamen relatif lebih jinak dibandingkan subspesies lain.
Berat gajah Sumatera bervariasi antara 2,25 hingga 5,5 ton, menjadikannya subspesies gajah terkecil di Asia, berat gajah jantan bisa mencapai 4-5 ton, betina sekitar 3,5 ton. Tinggi mereka mencapai 2 hingga 3 meter.
Status konservasi gajah Sumatera tergolong kritis akibat deforestasi besar-besaran, alih fungsi lahan, dan perburuan. Indonesia menetapkan gajah Sumatera sebagai satwa dilindungi, namun tantangan penegakan hukum dan konflik dengan manusia masih menjadi pekerjaan besar.
6. Gajah Kalimantan / Borneo (Elephas maximus borneensis)
Gajah Kalimantan atau gajah Borneo merupakan subspesies gajah Asia dengan tubuh lebih kecil, telinga relatif besar, dan wajah yang lebih bulat. Subspesies ini hanya ditemukan di wilayah Kalimantan bagian utara, terutama Sabah dan sebagian Kalimantan Utara.
Berat gajah Kalimantan dewasa berkisar antara 2,9 hingga 5 ton, dengan tinggi sekitar 2-3 meter.
Keberadaan gajah Kalimantan sempat menjadi perdebatan, sebelum akhirnya diakui sebagai subspesies tersendiri melalui kajian genetik. Populasinya tergolong sangat terbatas dan rentan, sehingga perlindungan habitat dan mitigasi konflik menjadi fokus utama konservasi.
(dag/dag)

3 hours ago
1
















































