Jakarta, CNBC Indonesia — Citigroup bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.000 karyawan pada Januari ini, seiring langkah bank asal Amerika Serikat tersebut mempercepat agenda perombakan bisnis demi meningkatkan imbal hasil.
Mengutip laporan Reuters, Selasa (13/1/2026), pemangkasan ini dilakukan pada pekan berjalan dan merupakan bagian dari rencana besar Citigroup untuk memangkas total 20.000 tenaga kerja hingga akhir tahun ini. Program restrukturisasi tersebut dikenal secara internal dengan nama Project Bora Bora, yang mulai digulirkan sejak 2023.
Saat ini, Citigroup tercatat mempekerjakan sekitar 227.000 karyawan secara global. Hingga berita ini diturunkan, manajemen Citi belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana PHK tersebut.
Tekanan terhadap kinerja Citi meningkat sejak Jane Fraser mengambil alih posisi CEO pada 2021. Di bawah kepemimpinannya, Citi melakukan penyederhanaan bisnis menjadi empat unit utama, sekaligus memangkas lapisan manajemen menengah untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan pengambilan keputusan.
Namun demikian, di lini investment banking, Citigroup justru agresif merekrut talenta senior dari bank pesaing sepanjang setahun terakhir. Langkah ini bertujuan mengejar ketertinggalan dari para rival dan memperbesar pangsa pasar transaksi.
Strategi ekspansi tersebut dipimpin oleh Vis Raghavan, mantan kepala investment banking JPMorgan, yang direkrut Citigroup pada 2024 dengan mandat memperkuat bisnis dealmaking.
Pada Oktober lalu, Fraser juga resmi merangkap jabatan sebagai Chair of the Board Citigroup. Ia menerima tambahan kompensasi berupa stock award senilai US$25 juta, menjadikannya CEO pertama Citi yang memegang dua posisi tersebut sejak 2007.
Di sisi lain, Mark Mason, Chief Financial Officer Citigroup yang telah lama menjabat, dijadwalkan mengundurkan diri pada akhir tahun ini, menambah dinamika perubahan di jajaran manajemen puncak bank raksasa tersebut.
Mengutip Straits Times, dua tahun lalu Mason sempat mengatakan bahwa jumlah karyawan di seluruh perusahaan akan berkurang sekitar 60.000 orang pada akhir 2026, menjadi sekitar 180.000 karyawan.
Angka tersebut termasuk 40.000 staf yang akan meninggalkan perusahaan ketika perusahaan tersebut mendaftarkan bisnis perbankan ritelnya di Meksiko dalam penawaran umum perdana (IPO).
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
2

















































