China Respons Demo Iran, Kirim Pesan Ini

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - China buka suara terkait gelombang demonstrasi yang terus meluas di Iran. Beijing menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk campur tangan asing.

Ini menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia sebelumnya mengatakan membuka opsi intervensi militer jika pemerintah Iran dianggap membunuh para demonstran.

"Kami selalu menentang campur tangan dalam urusan internal negara lain," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers rutin, Senin (12/1/2026) waktu setempat, menanggapi pernyataan Trump, seperti dikutip AFP.

"Kami menyerukan kepada semua pihak untuk melakukan lebih banyak hal yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah," ujarnya.

Pernyataan China ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Iran, yang kini memasuki pekan ketiga protes nasional. Demonstrasi awalnya dipicu oleh lonjakan biaya hidup, namun berkembang menjadi tantangan serius bagi pemerintahan yang berkuasa sejak Revolusi Islam 1979.

Di Teheran, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding bahwa protes tersebut sengaja "diubah menjadi kekerasan dan berdarah". Ini untuk memberikan alasan bagi AS melakukan intervensi militer.

"Peringatan Presiden Trump tentang tindakan militer jika protes berubah menjadi berdarah telah memotivasi teroris untuk menargetkan demonstran dan pasukan keamanan demi mengundang intervensi asing," kata Araghchi saat berbicara di hadapan para diplomat asing, Senin, seperto dikutip Al Jazeera.

Ia mengklaim situasi keamanan kini berada "di bawah kendali penuh", meskipun kekerasan meningkat selama akhir pekan. Araghchi juga menegaskan sikap Teheran yang terbuka pada dua opsi.

"Kami siap untuk perang, tetapi juga untuk dialog," ujarnya.

Menurut Araghchi, pemerintah Iran memiliki rekaman distribusi senjata kepada para demonstran dan akan segera merilis pengakuan para tahanan. Ia juga menuding unsur asing berada di balik kerusuhan tersebut.

"Demonstrasi ini dipicu dan didorong oleh elemen asing," katanya, seraya menegaskan aparat keamanan akan "memburu" pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Pemerintah Iran telah menetapkan tiga hari berkabung nasional bagi para "martir" yang tewas dalam kerusuhan, termasuk anggota pasukan keamanan. Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan 109 personel keamanan tewas akibat protes.

Hingga kini, otoritas belum merilis data resmi jumlah korban dari kalangan demonstran. Meski kelompok oposisi di luar negeri mengklaim jumlahnya mencapai 500 orang.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |