Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Bulog melaporkan telah menyalurkan puluhan ribu ton beras bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra. Penyaluran ini dilakukan sejak bencana terjadi pada akhir November 2025 hingga pembaruan status per Selasa (20/1/2026) kemarin.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut, total bantuan pangan yang dimobilisasi untuk tiga provinsi terdampak, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mencapai 53.586 ton beras.
"Total bantuan yang telah kami mobilisasi meliputi 53.586 ton beras bantuan bencana, kemudian 6.515 kiloliter minyak goreng serta CSR Bulog dalam bentuk Bulog Peduli," kata Rizal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Rizal menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan dengan skema penguatan pasokan di setiap daerah terdampak. Bahkan, Bulog mengaku menambah alokasi bantuan melampaui permintaan awal pemerintah daerah agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.
"Kemarin Aceh minta 10 ribu ton tambahan beras, kami tambahkan menjadi 30 ribu ton. Tujuannya supaya masyarakat betul-betul tidak ada lagi yang tidak mendapat dukungan bahan pangan, khususnya beras," ujarnya.
Untuk mempercepat penyaluran, Bulog juga menyiagakan stok beras di sejumlah titik strategis seperti bandara dan pelabuhan utama. Langkah ini dilakukan agar bantuan bisa segera dikirim saat dibutuhkan, termasuk ke wilayah yang aksesnya sulit.
"Di Bandara Aceh, Lanud Suwondo Sumatra Utara, dan Bandara Padang kami standby-kan setiap hari 50 ton beras. Jadi begitu BNPB, Kodam, atau Polda membutuhkan, langsung bisa didorong ke daerah terisolir," jelasnya.
Bulog mencatat, cadangan beras pemerintah yang telah disalurkan untuk penanganan bencana hingga saat ini mencapai 14.435 ton di Aceh, 5.098 ton di Sumatra Utara, dan 1.069 ton di Sumatra Barat.
Sementara itu, Bulog memastikan stok beras yang masih dikuasai perusahaan tetap dalam kondisi aman. Tercatat, stok beras di Aceh mencapai 61.721 ton, di Sumatra Utara 17.425 ton, dan di Sumatra Barat 5.627 ton.
Khusus di Aceh, Bulog juga menambah pasokan untuk mengantisipasi tradisi Meugang menjelang Ramadan, agar pascabencana masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.
"Kami siapkan stok sebanyak-banyaknya, jangan sampai setelah kena bencana malah kesulitan logistik. Beras, minyak goreng, dan gula sudah kami dorong tambahan ke Aceh," ujar Rizal.
Meski begitu, Bulog mengakui tantangan distribusi masih terjadi, terutama untuk wilayah yang masih terisolir seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Penyaluran pun dilakukan melalui jalur darat dan udara, termasuk dengan dukungan TNI AU dan TNI AL.
Tak hanya beras dan minyak goreng, Bulog juga menyalurkan bantuan melalui program CSR Bulog Peduli. Bantuan tersebut mencakup paket sembako, pakaian layak pakai, hingga perlengkapan kebutuhan harian untuk korban terdampak bencana.
Foto: Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama Perum Bulog, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama Perum Bulog, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2

















































