Jakarta, CNBC Indonesia - xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, membuka lowongan kerja untuk posisi "talent engineer" yang ditujukan bagi insinyur berketerampilan teknis tinggi.
Berbeda dari peran HR konvensional, posisi ini berfokus pada pembangunan sistem dan alat teknis untuk menemukan dan merekrut talenta AI kelas elite.
Menurut pengumuman lowongan, talent engineer akan menjadi bagian dari unit kecil dan elite yang bertugas mempercepat perekrutan insinyur AI dan teknis seiring ekspansi xAI.
Kandidat diharapkan mampu merancang sistem rekrutmen berbasis teknologi yang efektif mengidentifikasi, menjangkau, dan menarik kandidat berkualitas tinggi.
Perusahaan menegaskan bahwa meskipun tidak diwajibkan melakukan coding harian, pelamar harus memiliki kecakapan teknis untuk menilai kemampuan dan ide rekayasa kandidat, termasuk lewat pendekatan yang disebut vibe coding.
Proses rekrutmen dilakukan end-to-end, mulai dari rujukan, menghadiri acara teknis niche, menggelar hackathon, hingga membangun jaringan dalam komunitas spesialis.
Secara kompensasi, xAI menawarkan gaji antara US$ 120.000 hingga US$ 240.000 per tahun atau sekitar Rp 1,8 miliar hingga Rp 4 miliar, ditambah benefit seperti ekuitas, perlindungan kesehatan, dan program pensiun. Posisi tersebut berbasis di Palo Alto, California, dan dilaporkan akan langsung bertanggung jawab kepada Elon Musk.
Langkah xAI ini mencerminkan eskalasi kompetisi global merekrut talenta AI. Perusahaan seperti Google, Meta, dan OpenAI diketahui menawarkan insentif besar hingga akuisisi tim, sedangkan xAI memilih mengoptimalkan strategi perekrutan internal melalui mekanisme khusus dan sistem teknologi alih-alih bersaing hanya lewat kompensasi uang tunai.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
1

















































