Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan, kondisi kepadatan penumpang KRL wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada jam sibuk sudah berada di level mengkhawatirkan. Direktur Utama Bobby Rasyidin mengatakan, jumlah penumpang bisa mencapai sekitar 300 orang.
Bobby memaparkan kondisi trafik KRL Jabodetabek pada tahun 2030 mendatang dapat terjadi lonjakan penumpang 630% tanpa pengadaan sarana.
"Kalau tanpa pengadaan Sarana maka di tahun 2030 itu akan terjadi lonjakan sampai 630%. Sedangkan kalau dengan pengadaan Sarana baru itu ada 156%. Perlu digarisbawahi pada saat ini satu gerbong pada peak hour itu penumpangnya sekitar 300 orang," ujarnya dalam rapat bersama Komisi XI di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (9/2/2026).
Ia memaparkan, dengan ukuran gerbong sekitar 3 x 20 meter atau 60 meter persegi, berarti setiap satu meter persegi ditempati oleh sekitar 5 orang.
Foto: Penumpang kereta saat menaiki kereta Api tujuan Tn Abang di Kawasan Stasiun Manggarai Rabu (5/11/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Penumpang kereta saat menaiki kereta Api tujuan Tn Abang di Kawasan Stasiun Manggarai Rabu (5/11/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Kalau dibagi dengan 300 berarti 1 meter persegi itu ditempati oleh 5 orang pada saat ini. Ini menggambarkan kondisi kepadatan penumpang pada KRL di stasiun yang mengakibatkan penurunan tingkat kenyamanan penumpang dan peningkatan risiko terhadap keamanan penumpang," sebutnya.
Ia menjabatkan, saat ini stasiun-stasiun yang padat antara lain, stasiun Bogor, stasiun Depok, stasiun Bekasi. Kemudian di wilayah Jakarta ada empat stasiun yang sangat padat sekali, stasiun Sudirman, stasiun Manggarai, stasiun Tanah Abang, serta stasiun Sudirman.
"Pada saat ini yang paling padat itu adalah jalur yang kita sebut dengan green line, itu yang ke Rangka Bitung," tutupnya.
(rob/wur)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3

















































