Bos BI: Dunia Masuk Era Higher for Longer, Rupiah Harus Dijaga

17 hours ago 9

Jakarta, CNBC Indonesia - Arah kebijakan moneter bank sentral dunia berubah. Banyak bank sentral mulai memasuki era suku bunga tinggi dalam tempo yang lama atau higher for longer setelah ketidakpastian global yang tak juga reda.

Ketidakpastian tersebut diakibatkan oleh ditutupnya selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia, buntut perang di Timur Tengah. Akibatnya harga minyak mentah dunia melonjak hingga tembus US$100 per barel dan inflasi dunia pun diperkirakan akan meningkat.

Lebih jauh, dampak dari kejadian tersebut adalah suku bunga yang akan tinggi di global, yield dari instrumen obligasi mereka akan tinggi, dan juga akan menghadapi tekanan inflasi yang tinggi.

Akibatnya investor beralih kepada instrumen yang mereka anggap aman seperti menyimpan kas di negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dalam bentuk dolar.

Kondisi ini mendorong dolar AS menguat yang tercermin dari indeks DXY, dolar indeks terhadap mata uang utama negara lain, terus mengalami peningkatan, bahkan terakhir sudah di atas 100 lebih. Akibat kondisi ini, mata uang di berbagai negara di dunia, termasuk dengan rupiah di Indonesia, ikut tertekan.

"Kita lihat memang untuk nilai tukar, hampir semua negara juga mengalami pelemahan nilai tukar, karena saat ini yang terjadi adalah juga kita menghadapi situasi di global, istilahnya adalah higher for longer," ujar Deputi Senior BI Destry Damayanti kepada CNBC Indonesia dikutip Rabu (24/6/2026).

Maka dari itu BI sebagai bank sentral yang memiliki mandat menjaga stabilitas nilai rupiah menaikkan suku bunga hingga 100 basis poin dalam sebulan terakhir.

"Kita berharap tentunya dengan suku bunga yang meningkat, itu akan meningkatkan daya tarik dari instrumen rupiah kita bagi offshore investor atau investor asing," imbuh Destry.

Selain itu, bank sentral AS The Fed, diperkirakan tetap menahan suku bunga yang tinggi lebih lama atau cenderung hawkish dengan potensi menaikkan suku bunga pada sisa tahun ini.

"Jadi market kan melihat berarti dia (the Fed) akan mempertahankan ataupun posisi suku bunga tinggi itu akan bertahan dan bahkan diperkirakan akan meningkat di tahun ini," ujarnya.

Hal tersebut, kata Destry membuat kebijakan yang diambil BI akan lebih prudent dan mampu menciptakan daya tarik investasi agar aliran uang asing masuk serta dikonversi menjadi rupiah sehingga memperkuat nilai tukar.

"kita harus mempertahankan daya tarik dari instrumen keuangan kita, yang tentunya juga kita harapkan, memang dalam kondisi saat ini ya, kita jangan bicara dulu deh untuk BI Rate-nya turun gitu, enggak," imbuhnya.

(ras/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |