Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu perusahaan kecerdasan buatan terbesar dunia, Anthropic, menyampaikan kabar yang menggembirakan kepada para penanam modal. Perusahaan pembuat asisten pintar Claude itu mengklaim telah mencetak keuntungan dua kuartal berturut-turut.
Namun, angka keuntungan itu baru muncul jika biaya pengembangan teknologi dan pembelian mesin tidak ikut dihitung. Jika seluruh biaya nyata dimasukkan, perusahaan masih merugi miliaran dolar dan masih jauh dari balik modal, dikutip dari laporan Futurism, Rabu (16/9/2026).
Angka yang dipamerkan Anthropic disebut sebagai pendapatan operasional yang disesuaikan (adjusted operational income/AOI). Dalam perhitungan ini, biaya pengembangan model, pembelian chip, serta investasi jangka panjang dikeluarkan dari perhitungan. Hasilnya, angka terlihat hijau dan menguntungkan. Namun dalam laporan keuangan yang sesungguhnya, perusahaan masih berada dalam kerugian yang sangat dalam.
Cara penyajian angka ini memicu perdebatan di kalangan pengamat keuangan. Berikut perbedaannya:
- Versi yang Dipamerkan. Pendapatan operasional yang disesuaikan bernilai positif dua kali berturut-turut. Hanya menghitung pendapatan dikurangi biaya operasional harian tanpa memasukkan biaya besar pengembangan teknologi.
- Versi Sebenarnya. Kerugian bersih masih mencapai miliaran dolar. Biaya pengembangan kecerdasan buatan dan daya listrik pusat data yang sangat besar belum tertutup oleh pendapatan yang masuk.
Para pengamat mengingatkan bahwa cara perhitungan seperti ini ibarat pemilik usaha yang mengatakan kedainya untung jika biaya sewa gedung, gaji karyawan, dan pembelian peralatan tidak ikut dihitung. Angkanya memang benar secara hitungan matematika, namun tidak menggambarkan kondisi usaha yang sebenarnya.
Kabar ini muncul tepat saat Anthropic bersiap IPO. Rencana itu sudah dinantikan sejak lama, tetapi jadwal resminya belum diumumkan. Alih-alih menyampaikan laporan resmi yang lengkap, pihak perusahaan justru menyampaikan angka AOI kepada media. Banyak yang menduga langkah ini bertujuan menarik minat penanam modal sebelum dokumen resmi yang memuat seluruh angka keuangan dipublikasikan.
Perusahaan pesaing seperti OpenAI dikabarkan berada dalam posisi kerugian yang bahkan lebih dalam lagi. Persaingan ini menimbulkan pertanyaan mendasar soal bisnis AI, terutama potensinya mencetak laba. Ketakutan investor adalah perusahaan pengembang AI seperti Anthropic, OpenAI, atau xAI hanya bisa bertahan beroperasi selama terus disuntik modal segar oleh investor.
Hal yang menarik perhatian adalah pernyataan-pernyataan Anthropic yang kerap mengajak dunia memperlambat laju perkembangan kecerdasan buatan demi alasan keamanan.
Sebagian pengamat kini mulai mempertanyakan apakah seruan itu murni demi keamanan bersama, atau juga merupakan strategi bisnis. Jika laju persaingan melambat, beban biaya pengembangan yang sangat berat ikut turun sehingga perusahaan-perusahaan yang sudah berjalan dapat bernapas lebih lega. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menata keuangannya sebelum bersaing kembali.
Namun pendukung Anthropic menyatakan bahwa kepedulian terhadap keamanan teknologi adalah alasan yang tulus dan tidak berkaitan dengan urusan keuangan perusahaan.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
2

















































