Jakarta, CNBC Indonesia- Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terbaru ke Iran, Selasa malam waktu setempat atau Rabu (10/6/2026) dini hari. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan merupakan balas dendam AS ke jatuhnya helikopter serang AH-64 Apache di dekat Selat Hormuz dan perintah langsung Presiden Donald Trump.
"Pasukan Amerika mulai melancarkan serangan pertahanan diri terhadap Iran, pukul 17.00 ET hari ini atas arahan Panglima Tertinggi, sebagai tanggapan atas penembakan helikopter Apache Angkatan Darat AS kemarin," kata CENTCOM dalam sebuah unggahan di X.
"Misi ini merupakan tanggapan proporsional terhadap agresi Iran yang tidak beralasan," tambahnya.
Sejumlah media juga melaporkan beberapa ledakan di Iran. IRIB misalnya mengabadikan penampakan ledakan besar mengguncang provinsi dekat Selat Hormuz, Quest.
"Enam ledakan terdengar di Qeshm, Selat Hormuz saat Trump membom Iran sebagai tanggapan proporsional," muat laman Rusia RT.
Berikut penampakannya:
Sementara itu, ledakan terdengar juga di beberapa lokasi di provinsi Hormozgan, kata media lokal. Beberapa melaporkan kehadiran jet tempur AS.
Meski demikian belum diketahui apakah ada korban jiwa dan berapa kerugian dari serangan terbaru tersebut. Hingga berita diturunkan Rabu pagi sekitar pukul 08.07 waktu RI, ledakan baru dilaporkan terdengak di Qeshm dan di kota pelabuhan Abbas, pantai selatan Ira, sebagaimana dilaporkan Mehr di Telegram.
(sef/sef)
Addsource on Google

2 hours ago
3

















































