Pemandangan Teluk di Kawasan Lindung Vjosa-Narta, Zvernec, dekat Vlora, Albania, Rabu (10/6/2026), yang menjadi lokasi rencana pembangunan resor mewah oleh perusahaan yang terkait dengan Jared Kushner. Proyek bernilai miliaran euro tersebut kini dibayangi sengketa lahan, setelah sejumlah warga setempat menuduh tanah milik mereka dialihkan secara tidak sah untuk pengembangan kawasan wisata tanpa adanya kompensasi. (REUTERS/Florion Goga)
Kostaq Konomi, warga berusia 81 tahun, mengatakan dirinya dilarang memasuki lahan yang ia klaim sebagai miliknya ketika mendatangi kawasan pantai itu pada bulan lalu. Area tersebut telah dipagari kawat berduri dan dijaga petugas keamanan berseragam hitam. Dari laporan media, ia kemudian mengetahui bahwa lahan tersebut menjadi bagian dari proyek resor mewah yang melibatkan investor internasional, termasuk Kushner, dikutip Reuters. (REUTERS/Florion Goga)
Konomi mengaku sangat terpukul karena tanah yang berada di lereng berbunga yang menghadap teluk terpencil itu pernah diambil negara pada era komunis. Ia tidak ingin pengalaman serupa terulang. “Saya siap mengambil senapan dan mulai menembak,” kata Konomi kepada Reuters, menggambarkan kemarahannya setelah akses ke pantai yang telah dikenalnya sejak kecil ditutup. (REUTERS/Florion Goga)
Konomi merupakan satu dari belasan warga Zvernec yang menyatakan tanah mereka telah dijual secara keliru sejak 2024 oleh pihak lain yang juga mengklaim kepemilikan atas lahan tersebut. Beberapa warga menunjukkan dokumen kepemilikan dan catatan pajak kepada Reuters sebagai bukti pendukung klaim mereka. Namun hingga kini mereka mengaku tidak pernah menerima pembayaran ataupun kompensasi. (REUTERS/Florion Goga)
Kontroversi proyek tersebut memicu aksi protes besar di ibu kota Tirana pada pekan ini. Para demonstran menuntut pembangunan dihentikan, sementara Uni Eropa turut menyuarakan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap lingkungan dan satwa liar. Di sisi lain, Perdana Menteri Albania, Edi Rama, yang mendukung proyek tersebut, menegaskan bahwa pembangunan dilakukan secara sah dan perlindungan habitat tetap menjadi perhatian. (REUTERS/Florion Goga)
Kushner tidak menanggapi permintaan komentar yang diajukan melalui perusahaan investasinya. Sementara itu, perusahaan pengembang proyek, Sazan Real Estate Development LLC, juga tidak menjawab pertanyaan Reuters mengenai sengketa lahan. Ketua perusahaan, Asher Abehsera, dalam pernyataannya menyebut tujuan proyek adalah merayakan keindahan alam Albania, menciptakan lapangan kerja, dan membangun sesuatu yang dapat dibanggakan generasi mendatang. (REUTERS/Florion Goga)
Sengketa ini mencerminkan persoalan kepemilikan tanah yang masih menjadi warisan rumit era komunis di Albania. Warga Zvernec saat ini masih terlibat perseteruan hukum dengan Artur Shehu, pria yang menjual lahan sengketa dan mengklaim hak keluarganya atas tanah tersebut berasal sejak masa Kekaisaran Ottoman. (REUTERS/Fatos Bytyci)

4 hours ago
3

















































