Baru Setahun Sudah Gulung Tikar, Nasib Penantang Apple Miris

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu aturan di Uni Eropa yang disebut DMA, mencoba untuk menantang dominasi Apple di sektor distribusi aplikasi. Salah satunya, Apple diminta untuk membuka akses bagi toko aplikasi alternatif untuk mendistribusikan aplikasi bagi pengguna iPhone.

Namun, ternyata tetap tak mudah bagi toko aplikasi penantang Apple untuk bertahan. Salah satunya terjadi pada toko aplikasi alternatif, Setapp Mobile, yang terpaksa tutup setelah beroperasi lebih dari setahun.

Toko aplikasi alternatif iOS di Eropa tersebut tergopoh-gopoh karena harus membayar biaya teknologi dari Apple untuk mendistribusikan aplikasi di Uni Eropa.

Penutupan akan dilakukan pada 16 Februari 2026 mendatang. Setelah itu toko aplikasi tidak akan tersedia.

Setelah tanggal 16 Februari, aplikasi iOS yang diakses dari Setapp akan dihapus dari platform. Pengguna diminta melakukan pencadangan data sebelum tanggal penutupan.

Sementara untuk toko aplikasi Mac berbasis langganan Setapp terpisah akan terus beroperasi.

Pengembang berbasis Ukraina, MacPaw mengatakan alasan penutupan karena persyaratan bisnis pasar aplikasi masih berkembang dan kompleks. Hal ini tidak sesuai dengan model bisnis toko aplikasi yang diluncurkan dalam versi beta terbuka pada September 2024 lalu, dikutip Mac Rumors, Rabu (21/1/2026).

Undang-undang Pasar Digital (DMA) yang diberlakukan di Eropa membuka ranah baru untuk toko aplikasi alternatif. Aturan itu mewajibkan dukungan pasar aplikasi pihak ketiga untuk iOS di Uni Eropa.

Selain MacPaw, setidaknya ada lima platform lain yang masih aktif. Paling menonton saat ini adalah Epic Games Store.

Namun jalan pasar aplikasi alternatif ini tak begitu mulus untuk distribusi iOS di tanah Eropa. Misalnya mengatasi Biaya Teknologi Inti Apple dan bersaing dengan ekosistem App Store yang sudah mapan sebelumnya.

Epic Games telah melakukan pembayaran yang dibebankan pada pengembang Uni Eropa saat mendistribusikan aplikasi lewat toko aplikasinya. Namun CEO Epic, Tim Sweeney telah buka suara soal praktik ini dan diketahui mengkritiknya berkali-kali.

Dia mengatakan pihaknya tidak layak secara finansial untuk membayar biaya itu selama jangka panjang. Namun Sweeney memastikan Epic tetap membayar sambil menunggu apakah Uni Eropa meminta Apple mengubah aturannya.

Dalam beberapa kali kritikannya, Sweeney menyebut biaya teknologi milik Apple telah merusak harapan toko aplikasi pesaing mendapatkan pijakan.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |