Jakarta, CNBC Indonesia - Belum lama ini, bencana banjir hingga longsor melanda Indonesia khususnya di wilayah Sumatera. Di negara lain seperti Sri Lanka, terpantau terjadi bencana serupa yang merenggut hingga 193 nyawa.
Menurut laporan Pusat Penanggulangan Bencana Sri Lanka, tercatat lebih dari 200 orang hilang, dan lebih dari 20.000 rumah hancur, menyebabkan 108.000 orang terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara yang dikelola pemerintah.
Melansir BBC, para pejabat mengatakan bahwa sekitar sepertiga wilayah negara itu tanpa listrik atau air bersih ketika status darurat diumumkan, menyusul Siklon Ditwah. Perintah evakuasi telah dikeluarkan di beberapa wilayah karena permukaan air Sungai Kelani terus meningkat pesat. Jumlah kematian tertinggi dilaporkan di Kandy dan Badulla, di mana banyak wilayah masih terputus.
"Kami kehilangan dua orang di desa kami... yang lainnya berlindung di sebuah kuil dan sebuah rumah yang masih berdiri," kata Saman Kumara dari desa Badulla, Maspanna, dilansir BBC, dikutip Minggu (30/11/2025).
Foto: Sri Lanka menetapkan status darurat nasional pada Sabtu (29/11), setelah banjir bandang dan longsor yang dipicu Siklon Ditwah. (REUTERS/ Thilina Kaluthotage)
Sri Lanka menetapkan status darurat nasional pada Sabtu (29/11), setelah banjir bandang dan longsor yang dipicu Siklon Ditwah. (REUTERS/ Thilina Kaluthotage)
"Kami tidak bisa meninggalkan desa, dan tidak ada yang bisa masuk karena semua jalan tertutup tanah longsor. Tidak ada makanan, dan kami kehabisan air bersih," ujarnya kepada situs web News Center melalui telepon.
Korban termasuk 11 penghuni panti jompo yang terendam banjir di distrik Kurunegala utara-tengah pada Sabtu sore, kata polisi. Sedangkan, 69 orang diselamatkan dari sebuah bus yang terendam air di Anuradhapura.
Berbicara setelah upaya penyelamatan 24 jam, seorang penumpang mengatakan angkatan laut harus membantu mereka naik ke atap gedung di dekatnya.
"Kami sangat beruntung... saat kami berada di atap, sebagian atap runtuh... tiga perempuan jatuh ke air, tetapi mereka dibantu kembali ke atap," kata WM Shantha.
Pemerintah telah mengeluarkan permohonan bantuan internasional dan mendesak warga Sri Lanka di luar negeri untuk menyumbangkan uang guna membantu masyarakat yang terdampak. Sri Lanka saat ini sedang mengalami musim hujan, tetapi cuaca ekstrem seperti ini jarang terjadi di pulau tersebut.
Banjir terburuk abad ini di Sri Lanka terjadi pada Juni 2003 yang menewaskan 254 orang dan ratusan ribu orang mengungsi. Banjir ini terjadi ketika Asia Tenggara juga menghadapi beberapa banjir terburuk yang pernah terjadi di kawasan ini selama bertahun-tahun, dengan jutaan orang terdampak di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]

6 hours ago
5

















































