Ribuan peziarah Syiah mengikuti prosesi pemakaman simbolis di Baghdad pada Kamis (15/1/2026) untuk memperingati wafatnya Imam Moussa al-Kadhim, cicit Nabi Muhammad. Prosesi ini menjadi puncak dari rangkaian ziarah tahunan yang rutin digelar dan menarik massa dalam jumlah besar dari berbagai wilayah di Irak. (REUTERS/Ahmed Saad)
Sejak sehari sebelumnya, arus peziarah mulai memadati ibu kota Irak. Mereka datang dengan berjalan kaki maupun menggunakan truk menuju distrik Kadhimiya, lokasi makam Imam Moussa al-Kadhim yang dikenal sebagai salah satu situs keagamaan terpenting bagi umat Syiah di negara tersebut. (REUTERS/Ahmed Saad)
Sepanjang perjalanan, para peziarah terlihat membawa bendera dan simbol-simbol keagamaan sambil melantunkan doa. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya ikatan spiritual dan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun dalam memperingati wafat tokoh penting dalam sejarah Islam Syiah itu. (REUTERS/Ahmed Saad)
Salah seorang peziarah, Farhan Naim, mengatakan bahwa ritual ini merupakan bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Imam Moussa al-Kadhim. “Kami semua datang setiap tahun untuk mengunjungi Imam Moussa, putra Jaafar. Kami menghidupkan kembali ritual agung ini, berjalan kaki setiap tahun. Segala puji bagi Allah, segala sesuatunya dimudahkan,” ujarnya. (REUTERS/Ahmed Saad)
Ziarah tahunan ini tercatat sebagai salah satu kegiatan keagamaan terbesar di Baghdad. Acara tersebut biasanya berlangsung selama beberapa hari dan dihadiri oleh peziarah dari berbagai provinsi, dengan pengamanan ketat dari aparat untuk memastikan kelancaran dan keselamatan jalannya prosesi. (REUTERS/Ahmed Saad)

3 hours ago
1

















































