Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat data atau data center ternyata menyebabkan wilayah sekitarnya memanas hingga 9 derajat Celcius. Wilayah yang disebut dengan "pulau panas" itu terjadi hingga area sejauh beberapa kilometer.
Penelitian mengambil sampel dari wilayah di sekitar 8.400 lokasi data center raksasa yang disebut dengan hyperscaler. Data center raksasa biasanya digunakan sebagai infrastruktur cloud dan layanan AI yang beberapa tahun terakhir permintaannya melonjak.
Ukuran hyperscaler makin lama makin besar. Data center Hyperion bernilai US$ 27 miliar milik Meta misalnya memiliki kapasitas hingga 5 GW sehingga membutuhkan pasokan listrik dari 10 pembangkit listrik tenaga gas.
Untuk mengurangi potensi faktor lingkungan lain, peneliti fokus ke data center yang lokasinya jauh dari pemukiman. Kemudian mereka memetakan suhu wilayah tersebut selama 20 tahun terakhir. Hasilnya, suhu permukaan tanah di area sekitar data center rata-rata naik 2 derajat Celcius dan kenaikan paling tinggi 9 derajat Celcius.
Dampak kenaikan suhu permukaan tersebut mencapai 10 kilometer dan berdampak ke kehidupan 340 juta orang.
Andrea Marioni, pemimpin tim peneliti dan profesor di University of Cambridge menyatakan bahwa risetnya menggambarkan dampak luar biasa data center terhadap masyarakat di sekitar dalam hal lingkungan, kesejahteraan, dan ekonomi.
Namun, Chris Preist dari University of Bristol menyatakan penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk memahami asal dari kenaikan panas tersebut.
"Harus ada penelitian sejauh apa panas tersebut berasal dari proses komputasi atau dari gedung data center," katanya seperti dikutip Futurism.
Preist menjelaskan bahwa sinar matahari yang memantul dari gedung data center bisa menjadi sumber kenaikan panas. Fenomena ini dikenal sebagai "pulau panas perkotaan."
(dem/dem)
Addsource on Google

4 hours ago
3

















































