Jakarta, CNBC Indonesia - Buah apel memiliki nutrisi yang baik bagi tubuh dan kesehatan. Buah yang enak dikonsumsi ini memiliki manfaat yang baik untuk menguatkan tulang dan gigi. Namun, meskipun banyak kandungan vitamin yang terkandung, buah apel ternyata memiliki dampak negatif jika tidak dikonsumsi dengan benar.
Mengutip Beautynesia, ada 4 jenis makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi bersama dan setelah makan buah apel.
1. Makanan Asam
Mengutip Only My Health, makanan asam seperti acar atau lemon sebaiknya tidak dikonsumsi setelah makan apel. Makanan yang bersifat asam bisa menyebabkan gas atau sembelit. Jadi, sebaiknya untuk menunda makanan asam 2 jam setelah makan apel.
2. Buah-Buahan Manis
Melansir dari Times of India, buah apel termasuk dalam kategori buah-buahan sub-asam. Kategori buah-buahan sub-asam sebaiknya tidak dikonsumsi dengan buah-buahan manis, seperti pisang dan kismis. Jika mencampurkan keduanya, maka dikhawatirkan adanya masalah pada pencernaan.
3. Minuman Fermentasi
Melansir Only My Health, minuman fermentasi seperti yogurt, dadih (yogurt asli Indonesia, minuman fermentasi dari susu kerbau) tidak boleh diminum segera setelah makan apel. Minuman fermentasi bisa dikonsumsi 2 jam setelahnya.
Hal tersebut bisa membahayakan kesehatan karena efek apel dan minuman fermentasi jika dikonsumsi bersamaan bisa menyebabkan masalah dahak pada saluran nafas atau bisa menjadi alergi.
4. Jus Buah
Melansir dari Hello Sehat, mencampur apel dan pir untuk jus harus dihindari karena kedua buah ini memiliki kandungan serat yang cukup tinggi karena akan menghasilkan serat berlebihan. Jika mengkonsumsi banyak serat maka bisa mengakibatkan perut kembung.
Kenali Karakter Apel
Mengutip situs resmi Puskesmas Meninting, buah apel dikenal luas sebagai buah sehat yang kaya serat, vitamin, dan antioksidan. Namun, perlu diingat, ada sejumlah potensi bahaya yang perlu diperhatikan agar tetap aman dalam mengkonsumsi apel sehingga tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Apel termasuk dalam daftar buah dengan residu pestisida tertinggi menurut Environmental Working Group (EWG) di Amerika Serikat. Pestisida ini digunakan untuk melindungi tanaman dari hama, tetapi jika tidak dibersihkan dengan benar, dapat tertelan dan berdampak buruk bagi tubuh.
Sebaiknya, cuci apel dengan air mengalir, gosok kulitnya, atau gunakan larutan cuka/lemon. Jika memungkinkan, pilih apel organik.
Selain itu, Biji apel mengandung amygdalin, senyawa yang bisa melepaskan sianida ketika dicerna dalam jumlah besar. Meskipun tidak berbahaya jika tertelan satu-dua biji, konsumsi berlebihan bisa berisiko. Hindari mengunyah atau mengonsumsi biji apel secara sengaja, terutama pada anak-anak.
Sebagian orang bisa mengalami sindrom alergi oral setelah makan apel, terutama jika mereka juga alergi terhadap serbuk sari (misalnya dari pohon birch). Solusinya, masak apel (direbus atau dipanggang) sebelum dikonsumsi, karena panas dapat menghancurkan protein penyebab alergi.
Meskipun indeks glikemiknya rendah, apel tetap mengandung fruktosa (gula buah). Jika dikonsumsi berlebihan, terutama dalam bentuk jus atau olahan manis, bisa. Batasi konsumsi apel hingga 1-2 buah per hari, dan hindari jus apel kemasan yang mengandung gula tambahan.
Efek Apel Bagi Penderita Diabetes
Sementara, situs Vinmec menyebut, buah apel yang bergizi dan mengandung banyak karbohidrat dapat memengaruhi glukosa darah. Ada sejumlah cara untuk menggabungkannya ke dalam diet bagi penderita diabetes.
Bagi penderita diabetes, mengontrol asupan karbohidrat adalah hal yang penting. Karena dari tiga makronutrien karbohidrat, lemak, dan protein yang ada di dalamnya, karbohidrat memiliki dampak terbesar pada glukosa darah.
Sebuah apel berukuran sedang mengandung 25 gram karbohidrat dan 4,4 gram serat. Serat memperlambat penyerapan karbohidrat, yang membantu mencegah lonjakan glukosa darah. Penelitian menunjukkan bahwa serat dapat melindungi dari diabetes tipe 2 dan banyak jenis serat yang dapat membantu mengontrol glukosa darah.
Singkatnya, apel yang mengandung karbohidrat tinggi dapat meningkatkan glukosa darah. Namun, serat dalam apel membantu menstabilkan glukosa darah, dan memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya.
Apel mengandung gula, tetapi sebagian besar gula dalam apel adalah fruktosa. Fruktosa, yang ditemukan dalam buah-buahan, memiliki efek yang sangat kecil pada glukosa darah.
Selain itu, apel mengandung serat - yang memperlambat pencernaan dan penyerapan gula. Ini berarti gula memasuki aliran darah secara bertahap dan tidak menyebabkan lonjakan glukosa darah secara tiba-tiba.
Apel dapat mengurangi resistensi insulin. Ada dua jenis diabetes - tipe 1 dan tipe 2. Jika menderita diabetes tipe 1, pankreas tidak memproduksi cukup insulin, hormon yang mengangkut gula dari darah ke sel-sel tubuh.
Penderita diabetes tipe 2, tubuh memproduksi insulin tetapi sel-sel tubuh menolaknya. Ini disebut resistensi insulin. Makan apel secara teratur dapat mengurangi resistensi insulin, sehingga menurunkan glukosa darah. Ini karena polifenol dalam apel, yang ditemukan terutama di kulit, merangsang pankreas untuk melepaskan insulin dan membantu sel menyerap gula.
Singkatnya, apel mengandung fitokimia yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi resistensi insulin.
Beberapa penelitian menemukan bahwa makan apel dapat membantu mengurangi risiko diabetes, dengan wanita yang makan apel setiap hari memiliki risiko 28% lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan wanita yang tidak makan apel.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
3

















































