Ada Program Biodiesel B40, RI Berhasil Hemat Devisa Rp130,21 T di 2025

22 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penghematan devisa hingga Rp130,21 triliun di sepanjang tahun 2025. Hal ini imbas keberhasilan implementasi program mandatori biodiesel 40% atau B40.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa program B40 memberikan dampak positif bagi keuangan negara. Tidak lain, Indonesia juga bisa menghemat anggaran impor solar dari program B40.

"Di mana pemanfaatan ekonominya? Penghematan devisa kita sebesar Rp 130,21 triliun. Pengurangan emisi itu 38,8 juta ton CO2. Akibat dari pada konversi kita ke B40," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Kementerian ESDM 2025, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Tercatat, pemanfaatan B40 untuk domestik sepanjang 2025 mencapai 14,2 juta kilo liter (KL). Angka tersebut terpantau melebihi target yang ditentukan oleh pemerintah untuk tahun 2025 sebesar 13,5 juta KL.

Penurunan impor solar juga menjadi indikator keberhasilan program tersebut. Dalam catatannya, sepanjang 2025 Indonesia mampu mengurangi jumlah impor solar mencapai 3,3 juta KL.

"Bapak Ibu semua, teman-teman media, saya bersyukur bahwa impor solar kita di tahun 2024 itu masih kurang lebih sekitar 8,3 juta ton. Kemudian impor kita di tahun 2025 turun menjadi kurang lebih 5 juta ton. Jadi ini akibat dari apa? Program biodiesel kita, B40," imbuhnya.

Selain menghemat devisa, program ini juga mendongkrak nilai tambah komoditas kelapa sawit (CPO) di dalam negeri. Proses hilirisasi dari CPO menjadi FAME (Fatty Acid Methyl Ester) untuk biodiesel memberikan multiplier effect ekonomi yang positif bagi industri sawit nasional.

"Dan untuk peningkatan nilai tambahnya dari CPO itu sebesar Rp 20,43 triliun. Jadi dari CPO kita tingkatkan menjadi FAME, biodiesel, itulah kemudian ada penambahan nilai tambah," paparnya.

Pada tahun 2026 ini, pemerintah berencana meningkatkan campuran biodiesel menjadi 50% atau B50. Bahlil optimis, peningkatan menjadi B50 ditambah dengan beroperasinya kilang baru, akan membuat Indonesia tidak perlu lagi mengimpor solar tahun ini.

"Dan insya allah tolong doakan di tahun 2026 untuk biodiesel B50 sudah dalam uji coba akan selesai di semester pertama, dan di semester kedua kita akan melihat insyaallah kalau berhasil maka kita akan canangkan untuk ke B50. Dengan demikian kalau B50 kita pakai dan RDMP kita di Kalimantan Timur yang insyaallah kita akan resmikan dalam waktu dekat sudah terjadi, maka kita tidak akan melakukan impor solar lagi di tahun 2026," tandasnya.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |