5 Jajanan Kelas Menengah yang Tak Pernah Dibeli Orang Kaya

1 hour ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah kondisi ekonomi global yang tengah bergejolak, isu soal financial planning menjadi semakin relevan. Investor legendaris dunia Warren Buffett menyebut kondisi keuangan seseorang lebih banyak ditentukan oleh keputusan kecil yang dilakukan setiap hari saat membelanjakan uang. Di tengah tekanan ekonomi dan biaya hidup yang terus meningkat saat ini, saran Buffett mengingatkan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan. Alih-alih mengejar gaya hidup yang lebih mewah, Buffett mendorong masyarakat untuk fokus menjaga kesehatan finansial jangka panjang.

Berikut adalah 5 jajanan favorit kelas menengah yang tak pernah dilakukan orang kaya:

1. Utang Konsumtif

Banyak warga kelas menengah terbebani utang seperti cicilan rumah, kredit mobil, hingga pinjaman mahasiswa. Berbeda dari orang kaya yang menggunakan utang untuk membeli aset produktif seperti properti, kelas menengah kerap membeli barang konsumtif secara kredit.

"Kendaraan mahal, barang mewah, atau kebutuhan non-esensial sering kali dibeli dengan utang," kata pakar keuangan Jacquesdu Toit.

2. Gadget Terbaru

Kelas menengah kerap membeli produk bermerek non-luxury, misalnya gadget, pakaian, atau peralatan rumah tangga kelas menengah. "Kadang mereka terjebak keinginan untuk selalu mengikuti tren, meski harus berutang," kata Whaley.

3. Langganan aplikasi

Banyak kelas menengah menghabiskan ratusan ribu rupiah bahkan jutaan dalam sebulan untuk langganan sejumlah aplikasi hiburan, mulai dari platform streaming hingga biaya premium untuk aplikasi editing dan dating. Pengeluaran seperti ini bisa membuat mereka terjebak di kelas menengah selamanya, karena para miliuner lebih memprioritaskan dana mereka untuk investasi.

4. Mobil Mahal dengan Cicilan Panjang

Menurut money coach Mary Vallieu, banyak keluarga kelas menengah membeli mobil seharga Rp800 juta hingga Rp1 miliar dengan cicilan tujuh atau delapan tahun. Sementara kalangan kaya membeli mobil tunai dan kelompok miskin umumnya memakai mobil bekas atau hibah keluarga.

5. Peralatan Dapur Mahal

Kelas menengah cenderung membeli versi lebih baik dari kebutuhan dasar - seperti HP mahal dan alat dapur premium. "Mereka tak selalu memilih barang terbaik, tapi tetap ingin fitur lebih," ujar Jake Claver dari Digital Ascension Group.

Meski kelas menengah mampu menikmati gaya hidup lebih nyaman, pakar menyarankan agar pengeluaran mereka tetap diarahkan untuk menciptakan keamanan finansial jangka panjang.

"Salah satu kunci membangun kekayaan adalah menyesuaikan belanja dengan nilai dan manfaat jangka panjang," kata Toit. Ia menekankan pentingnya investasi, membangun bisnis, dan otomatisasi pengelolaan keuangan.

"Tujuannya bukan sekadar punya penghasilan, tapi membangun gaya hidup berkelanjutan yang memungkinkan pertumbuhan tanpa tekanan keuangan berlebihan," imbuhnya.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |