Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
27 June 2026 10:45
Jakarta, CNBC Indonesia - Venezuela baru saja diguncang bencana gempa bumi besar. Bukan satu, melainkan dua gempa kuat terjadi dalam waktu yang sangat berdekatan dan membuat sejumlah wilayah mengalami kerusakan berat.
Dua gempa tersebut terjadi pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2, lalu disusul gempa kedua yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 kurang dari satu menit kemudian. Pusat gempa berada di sekitar wilayah barat Caracas, ibu kota Venezuela. Berdasarkan data USGS, gempa kedua terjadi hanya sekitar 39 detik setelah gempa pertama.
Dampaknya sangat besar. Laporan terbaru menyebut sedikitnya 188 hingga 235 orang meninggal dunia, sementara ribuan orang lainnya mengalami luka-luka atau masih terjebak di bawah reruntuhan. Kerusakan berat dilaporkan terjadi di La Guaira, wilayah pesisir dekat Caracas, serta sejumlah titik di ibu kota. Sekitar 250 bangunan, termasuk rumah sakit dan fasilitas publik, dilaporkan mengalami kerusakan.
Gempa ini juga mengganggu aktivitas penting di negara tersebut. Aliran listrik dan komunikasi di Caracas sempat terganggu. Bandara serta layanan transportasi juga terdampak, sementara sekolah-sekolah ditutup dan sebagian dialihfungsikan menjadi tempat penampungan serta pusat bantuan.
Guncangan gempa tidak hanya terasa di Venezuela. Getarannya juga dilaporkan terasa di sejumlah kawasan sekitar, termasuk negara-negara yang berada dekat Venezuela di Amerika Selatan dan Karibia. Hal ini tidak mengherankan, mengingat pusat gempa berada di kawasan tektonik aktif yang dekat dengan batas pergerakan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan.
Kenapa Gempa Besar Bisa Terjadi di Venezuela?
Secara geologi, Venezuela berada di area yang cukup sulit. Negara ini berada di dekat batas pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan. Ketika dua lempeng besar ini bergerak dan saling bergeser, energi bisa terkumpul dalam waktu lama. Saat energi itu akhirnya lepas, terjadilah gempa bumi.
Gempa besar di Venezuela kali ini dipicu oleh pergerakan strike-slip yang dangkal. Dalam bahasa sederhana, ini berarti dua blok batuan besar di kerak bumi bergerak saling menggeser secara horizontal. Jadi, bukan bergerak saling menindih, tetapi lebih seperti dua sisi tanah yang bergeser berlawanan arah.
Kondisi menjadi lebih merusak karena dua gempa besar terjadi hanya terpaut sangat singkat. Peristiwa seperti ini dikenal sebagai doublet earthquake, yaitu dua gempa besar dengan kekuatan, lokasi, dan waktu kejadian yang sangat berdekatan.
Peristiwa ini kemudian membawa perhatian pada satu hal penting, yaitu keberadaan sesar atau patahan aktif di kawasan Amerika, terutama di Amerika Selatan bagian utara dan Karibia.
Apa Itu Sesar/Patahan?
Sesar atau patahan adalah retakan besar di kerak bumi tempat dua blok batuan bergerak saling bergeser. Pergerakan ini bisa terjadi perlahan, tetapi juga bisa tertahan selama bertahun-tahun bahkan ratusan tahun.
Ketika tekanan di sepanjang sesar terus menumpuk dan batuan tidak lagi kuat menahannya, energi tersebut dilepaskan secara tiba-tiba. Pelepasan energi inilah yang kemudian dirasakan sebagai gempa bumi.
Berikut sejumlah sesar atau patahan besar yang berada di kawasan Amerika.
Kawasan Amerika memiliki cukup banyak sesar. Di bagian utara Amerika Selatan dan Karibia, banyak sesar aktif saling terhubung atau berada dalam satu zona tektonik besar.
Venezuela rawan gempa karena berada di dekat pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan. Di kawasan ini, ada beberapa patahan besar yang saling terhubung, yakni Sesar Boconó, San Sebastián, dan El Pilar. Rangkaian patahan inilah yang membuat wilayah Venezuela bagian utara dan sekitarnya rentan diguncang gempa.
Salah satu yang paling penting adalah Sesar Boconó. Patahan ini membentang di Venezuela bagian barat hingga utara dan menjadi salah satu jalur utama pergerakan kerak bumi di negara tersebut. Karena posisinya berada di kawasan aktif, Sesar Boconó kerap dikaitkan dengan potensi gempa di Venezuela.
Selain itu, ada juga Sesar El Pilar yang berada di Venezuela bagian timur laut. Patahan ini membentang di sekitar Sucre, Cariaco, hingga Teluk Paria. Sesar El Pilar juga penting karena berada di jalur pergeseran kerak bumi yang membuat kawasan timur Venezuela dan sekitarnya rawan gempa.
Dengan posisi geologinya yang berada di jalur pertemuan lempeng, Venezuela dan sejumlah negara di sekitarnya memang tidak bisa dilepaskan dari ancaman gempa bumi.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google

4 hours ago
4

















































