Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
26 June 2026 20:35
Jakarta, CNBC Indonesia - Venezuela baru saja diguncang gempa kembar (doublet) yang menimbulkan kerusakan sangat besar. Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 menghantam wilayah barat Venezuela pada Rabu (24/6/2026).
Dua gempa tersebut terjadi dalam waktu yang sangat berdekatan, yakni kurang hanya dalam 36 detik. Dampaknya pun meluas ke Caracas, La Guaira, dan sejumlah wilayah di sekitarnya.
Rumah warga, rumah sakit, fasilitas publik, jalan, bandara, hingga jaringan listrik dilaporkan rusak atau terganggu. Guncangan juga terasa hingga sebagian besar wilayah utara Amerika Selatan dan Karibia.
Sedikitnya 164 orang meninggal dunia, 971 orang luka-luka, sementara ribuan lainnya masih dilaporkan hilang. Tim penyelamat masih terus mencari korban yang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Menurut United States Geological Survey (USGS), gempa kedua dengan magnitudo 7,5 menjadi gempa terkuat yang mengguncang Venezuela sejak 1900.
Bencana ini kembali mengingatkan bahwa Amerika Latin merupakan salah satu kawasan paling rawan gempa di dunia. Wilayah ini berada di sekitar jalur Cincin Api Pasifik dan dekat dengan pertemuan sejumlah lempeng tektonik besar, seperti Lempeng Nazca, Cocos, Karibia, dan Amerika Selatan.
Dalam lebih dari satu abad terakhir, Amerika Latin sudah berkali-kali diguncang gempa dengan kekuatan yang dahsyat. Beberapa di antaranya menewaskan puluhan ribu orang, menghancurkan kota, hingga memicu tsunami besar.
Valdivia, Chile Magnitudo 9,5
Gempa terkuat yang pernah tercatat dengan alat modern terjadi di Valdivia, Chile, pada 22 Mei 1960. Kekuatannya mencapai magnitudo 9,5.
Sekitar 1.655 orang meninggal dunia, sekitar 3.000 orang luka-luka, dan hampir 2 juta orang kehilangan tempat tinggal.
Gempa ini memicu tsunami besar yang menyebar melintasi Samudra Pasifik. Gelombangnya menghancurkan wilayah pesisir Chile dan mencapai Hawaii, Jepang, hingga Filipina.
Kerusakan di Chile semakin parah karena longsor, banjir, dan aktivitas vulkanik setelah gempa. Hingga kini, Gempa Besar Chile 1960 masih menjadi patokan utama untuk mengukur dahsyatnya gempa bumi modern.
Esmeraldas, Ekuador-Kolombia Magnitudo 8,8
Gempa magnitudo 8,8 mengguncang wilayah lepas pantai dekat Esmeraldas pada 31 Januari 1906. Gempa ini terjadi di zona subduksi Ekuador-Kolombia dan merobek jalur sepanjang hampir 500 kilometer.
Gempa tersebut memicu tsunami besar yang menyapu kawasan pesisir Pasifik. Gelombangnya bahkan mencapai Amerika Tengah, Hawaii, hingga Jepang beberapa jam kemudian.
Korban meninggal diperkirakan antara 500 hingga 1.500 orang. Komunitas pesisir di Ekuador dan Kolombia mengalami kerusakan luas.
Gempa Esmeraldas 1906 menjadi salah satu gempa terbesar yang pernah tercatat di Amerika Latin. Peristiwa ini juga menjadi contoh awal bagaimana gempa besar di kawasan tersebut bisa memicu tsunami lintas Samudra Pasifik.
Maule, Chile Magnitudo 8,8
Salah satu gempa terkuat abad ke-21 terjadi di Maule, Chile, pada 27 Februari 2010. Gempa berkekuatan magnitudo 8,8 itu merobek jalur patahan hampir 500 kilometer di sepanjang pesisir Chile.
Lebih dari 500 orang meninggal dunia. Lebih dari 370.000 rumah rusak atau hancur, sementara sekitar 2 juta orang terdampak.
Gempa ini juga memicu tsunami yang menghantam sejumlah kota pesisir Chile sebelum menyebar ke Samudra Pasifik.
Kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai sekitar US$30 miliar. Meski sangat besar, jumlah korban dinilai bisa lebih parah jika Chile tidak memiliki aturan bangunan yang ketat dan pengalaman panjang menghadapi gempa.
Chillan, Chile Magnitudo 8,3
Salah satu gempa paling mematikan di Chile terjadi di Chillan pada 24 Januari 1939. Gempa magnitudo 8,3 menghancurkan Chillan dan wilayah sekitarnya.
Diperkirakan 28.000 orang meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya luka-luka. Banyak rumah, sekolah, gereja, dan gedung publik runtuh.
Lebih dari 100.000 orang kehilangan tempat tinggal. Bencana ini memperlihatkan betapa rentannya Chile terhadap gempa besar.
Setelah gempa tersebut, pemerintah Chile mulai memperbaiki tata kota dan memperketat standar bangunan tahan gempa. Bencana ini juga mendorong pembentukan lembaga nasional untuk menangani keadaan darurat dan rekonstruksi.
Iquique, Chile Magnitudo 8,2
Gempa magnitudo 8,2 terjadi di lepas pantai dekat Iquique, Chile, pada 1 April 2014. Setelah gempa terjadi, otoritas langsung mengeluarkan peringatan tsunami.
Hampir 1 juta orang di sepanjang pesisir Pasifik Chile dievakuasi. Gelombang setinggi hingga 2 meter sempat terjadi di beberapa wilayah pesisir.
Gempa ini juga memicu longsor, pemadaman listrik, dan kerusakan bangunan. Namun jumlah korban jiwa relatif kecil, yakni enam orang.
Rendahnya korban jiwa banyak dikaitkan dengan sistem tanggap darurat Chile yang lebih siap, jalur evakuasi yang jelas, dan bangunan yang lebih tahan gempa.
Mexico City, Meksiko Magnitudo 8,0
Gempa magnitudo 8,0 mengguncang Meksiko pada 19 September 1985. Pusat gempa sebenarnya berada ratusan kilometer dari Mexico City, tepatnya di lepas pantai Pasifik.
Namun, kerusakan terbesar justru terjadi di Mexico City. Penyebabnya, ibu kota Meksiko berdiri di atas bekas danau. Kondisi tanah yang lunak membuat gelombang gempa terasa jauh lebih kuat.
Ratusan blok apartemen, rumah sakit, dan gedung perkantoran runtuh. Layanan darurat kewalahan menghadapi banyaknya bangunan yang hancur.
Korban meninggal resmi tercatat sekitar 10.000 orang. Namun, sejumlah perkiraan independen menyebut jumlah korban bisa mencapai 30.000 orang.
Bencana ini kemudian mengubah sistem perlindungan sipil Meksiko. Aturan bangunan diperketat dan kesiapsiagaan gempa ditingkatkan di seluruh negeri.
Ancash, Peru Magnitudo 7,9
Gempa besar mengguncang wilayah Ancash, Peru, pada 31 Mei 1970. Gempa berkekuatan magnitudo 7,9 ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah Amerika Selatan.
Guncangan gempa memicu longsor raksasa dari Gunung Huascaran. Jutaan meter kubik batu, es, dan lumpur meluncur deras ke Kota Yungay dan menimbunnya hanya dalam hitungan menit.
Sekitar 66.000 hingga 70.000 orang meninggal dunia. Sekitar 800.000 orang kehilangan tempat tinggal di Peru bagian utara.
Banyak desa hilang tertimbun longsor. Jalan, jembatan, dan jaringan komunikasi juga hancur. Bencana ini masih menjadi gempa paling mematikan dalam sejarah Peru.
Pedernales, Ekuador Magnitudo 7,8
Ekuador diguncang gempa besar dekat Pedernales pada 16 April 2016. Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 itu menjadi salah satu yang terkuat di Ekuador dalam beberapa dekade terakhir.
Kerusakan besar terjadi di Provinsi Manabi dan Esmeraldas. Lebih dari 670 orang meninggal dunia, lebih dari 6.000 orang luka-luka, dan hampir 30.000 orang harus mengungsi.
Banyak apartemen, hotel, jalan raya, dan jembatan runtuh. Kawasan Pedernales, Manta, dan Portoviejo menjadi wilayah yang paling parah terdampak.
Gempa ini menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar Amerika Serikat dan memicu salah satu proses rekonstruksi terbesar dalam sejarah modern Ekuador. Gempa susulan juga terus terjadi selama berbulan-bulan.
Haiti Selatan Magnitudo 7,2
Gempa magnitudo 7,2 mengguncang wilayah selatan Haiti pada 14 Agustus 2021. Wilayah yang paling parah terdampak adalah Sud, Grand'Anse, dan Nippes.
Lebih dari 2.200 orang meninggal dunia dan lebih dari 12.000 orang luka-luka. Puluhan ribu rumah, sekolah, gereja, dan rumah sakit rusak berat atau hancur.
Bencana ini terjadi ketika Haiti sedang menghadapi situasi politik yang tidak stabil setelah pembunuhan Presiden Jovenel Moise beberapa pekan sebelumnya.
Proses bantuan juga semakin sulit karena Badai Tropis Grace datang beberapa hari setelah gempa. Hujan deras dan banjir membuat pemulihan berjalan lebih berat. Gempa ini menjadi bencana paling mematikan di Haiti sejak gempa besar 2010.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google

2 hours ago
3

















































